PENDAKI 16 TAHUN TEWAS DI KAWAH GUNUNG SLAMET, KINI TELAH DIEVAKUASI
{"remix_data":[],"source_tags":[],"total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"367009680033211","type":"ugc"},{"id":"341637462021211","type":"ugc"}]}}

Pendaki Gunung Slamet asal Sirampog, Brebes, M. Fahri Maulana, 16, dipastikan meninggal dunia setelah ditemukan tim assessment atau tim aju di dasar kawah Gunung Slamet, Selasa (18/8/2026). Proses evakuasi jenazah masih berlangsung hingga Selasa malam dan dilakukan melalui jalur pendakian Guci, Tegal.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan tim aju tiba di puncak Gunung Slamet sekitar pukul 18.00 WIB dan memastikan Fahri sudah meninggal dunia. Karena kondisi saat itu masih cukup terang, tim langsung berupaya mengeluarkan korban dari dasar kawah.
“Korban berdasarkan Info dari tim aju yang telah tiba di puncak pukul 6 sore tadi dipastikan telah meninggal dunia,” ujar Budiono dalam keterangan tertulis, Selasa malam.
Menurut Budiono, proses evakuasi dari dasar kawah berlangsung relatif cepat. Jenazah Fahri berhasil dikeluarkan dari dasar kawah dalam waktu kurang dari satu jam setelah tim tiba di lokasi.
“Mengingat situasi masih cukup terang, tim segera melakukan evakuasi dan alhamdulillah tidak ada satu jam korban sudah berhasil dikeluarkan dari dasar kawah,” lanjutnya..
Jenazah Fahri Dievakuasi Lewat Jalur Guci
Setelah berhasil dikeluarkan dari dasar kawah, tim SAR gabungan membawa jenazah Fahri turun melalui jalur pendakian Guci, Tegal. Jenazah selanjutnya akan dibawa menuju Basecamp (BC) Permadi Guci untuk menjalani proses penanganan.
Jalur Guci dipilih karena aksesnya dinilai lebih mudah dibandingkan jalur Bosapala Sawangan yang menjadi rute awal pendakian Fahri. Dari lokasi menuju BC Permadi Guci, perjalanan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga delapan jam.
“Mari kita do’akan bersama semoga tim diberikan kelancaran dan kemudahan dalam proses evakuasi sehingga selamat sampai basecamp Permadi,” harap Budiono.
Kronologi Fahri Terjatuh ke Kawah
Sebelum kejadian, Fahri mendaki Gunung Slamet bersama tiga rekannya melalui jalur Bosapala Sawangan pada Senin (17/8/2026) malam.
Rombongan tersebut mencapai puncak pada Selasa (18/8/2026) pagi.
Setelah selesai mendaki, rombongan memutuskan turun sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, Fahri memilih turun belakangan dan masih berada di sekitar bibir kawah Gunung Slamet.
Saat berada di sekitar bibir kawah, tanah yang dipijaknya diduga rapuh hingga ambrol. Kondisi tersebut membuat Fahri terjatuh ke dalam kawah.
Peristiwa itu disaksikan oleh pendaki lain yang kemudian melaporkannya kepada pengelola Basecamp Bosapala Sawangan.
Laporan tersebut diteruskan kepada Unit Siaga SAR Pemalang Kantor SAR Semarang untuk meminta bantuan evakuasi.
Kantor SAR Semarang menerima informasi mengenai pendaki yang terjatuh ke kawah Gunung Slamet pada Selasa sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan laporan awal, Fahri diduga terpeleset saat berada di bibir kawah.
“Siang ini Kami menerima info dari rekan basecamp Bosapala Sawangan bahwa telah terjadi satu pendaki yang jatuh di kawah gunung Slamet atas nama M. Fahri Maulana, 16 tahun asal Sirampong Brebes. Dan saat ini kami telah mengirimkan satu tim bergabung dengan tim SAR gabungan untuk melakukan evakuasi,” ungkap Budiono.
Pada saat informasi awal diterima, kondisi Fahri belum dapat dipastikan karena belum ada tim yang berhasil mencapai lokasi. Namun, pendaki yang menyaksikan kejadian melaporkan tubuh Fahri sudah tidak bergerak.
“Kondisi Survivor secara pasti belum diketahui, namun berdasarkan laporan yang masuk, tidak ada pergerakan,” lanjutnya.
Tim membawa breathing apparatus atau tabung oksigen sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan keberadaan gas beracun di kawasan Gunung Slamet.
Gunung Slamet memiliki ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah.
“Saat ini tim telah bergerak ke lokasi, semoga cuaca bersahabat dan tim diberikan kemudahan, kelancaran dan keselamatan dalam melakukan evakuasi,” pungkas Budiono.
𝘿𝙄𝙎𝘾𝙇𝘼𝙄𝙈𝙀𝙍 : 𝙋𝙚𝙧𝙞𝙨𝙩𝙞𝙬𝙖 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙗𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙞𝙣𝙞 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙚𝙟𝙖𝙙𝙞𝙖𝙣 𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖𝙖 𝙙𝙞 𝙡𝙖𝙥𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣. 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙙𝙤𝙠𝙪𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙨𝙞 𝙜𝙖𝙢𝙗𝙖𝙧/𝙫𝙞𝙙𝙚𝙤 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙩𝙖𝙪𝙩 𝙙𝙞𝙜𝙪𝙣𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙗𝙪𝙠𝙩𝙞 𝙞𝙣𝙛𝙤𝙧𝙢𝙖𝙨𝙞 𝙟𝙪𝙧𝙣𝙖𝙡𝙞𝙨𝙩𝙞𝙠 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙞𝙪𝙥𝙖𝙮𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪𝙞 𝙥𝙧𝙤𝙨𝙚𝙨 𝙥𝙚𝙣𝙮𝙖𝙧𝙞𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙖𝙜𝙖𝙧 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙧 𝙠𝙚𝙩𝙚𝙣𝙩𝙪𝙖𝙣. 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙢𝙖𝙠𝙨𝙪𝙙 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙚𝙠𝙨𝙥𝙡𝙤𝙞𝙩𝙖𝙨𝙞 𝙩𝙧𝙖𝙜𝙚𝙙𝙞.
🎥 𝘿𝙊𝙆𝙐𝙈𝙀𝙉𝙏𝘼𝙎𝙄
1 : https://aceimg.com/upload/?f=0DVCtZc7Q.mp4
2 : https://aceimg.com/upload/?f=1jakDojbO.mp4
3 : https://aceimg.com/upload/?f=WUJrQAkOz.mp4
4 : https://aceimg.com/upload/?f=XTMG0anDp.mp
5 : https://aceimg.com/upload/?f=AQZK91Du9.jpg
6 : https://aceimg.com/upload/?f=oKq8YKqfy.jpg
7 : https://aceimg.com/upload/?f=NeKZidOGf.jpg
8 : https://aceimg.com/upload/?f=D3YrWVjyY.jpg
