MERASA KEBAL, PRIA DI TASIKMALAYA TEWAS DIBACOK TETANGGA AKIBAT SENGKETA TANAH
{"remix_data":[],"source_tags":[],"total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false,"used_sources":{"version":1,"sources":[{"id":"337048030075211","type":"ugc"}]}}

Sengketa batas tanah berujung maut. Seorang pria bernama Tata Hendro alias Ki Danu (50), yang dikenal sebagai tukang debus, tewas setelah dibacok tetangganya sendiri berinisial ERS (35) menggunakan senjata tajam.
Peristiwa tersebut terjadi di kebun singkong yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah korban, di Kampung Ciaren, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (19/8/2026)
Korban meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mengalami luka bacok, salah satunya di bagian belakang kepala. Sementara terduga pelaku telah diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan.
Sekretaris Kecamatan Karangjaya, Romi Gardara, mengatakan peristiwa tersebut diduga bermula dari persoalan batas tanah antara korban dan keluarga terduga pelaku.
“Sebelum pembacokan terjadi, korban disebut sempat terlibat percekcokan dengan Uci, yang merupakan ayah dari terduga pelaku,” ujarnya saat dikonfirmasi
Menurut Romi, percekcokan tersebut kemudian berkembang menjadi kontak fisik. Dalam perselisihan itu, korban disebut sempat menyundul kepala Uci. Setelah kejadian tersebut, Uci pulang ke rumah.
Perselisihan itu kemudian diketahui anaknya, ERS, yang sebelumnya berada di Bandung. ERS selanjutnya mendatangi korban.
Keduanya kembali terlibat cekcok hingga situasi memanas. Berdasarkan informasi sementara, ERS membawa sebilah golok. Sementara korban disebut sempat menantang terduga pelaku karena merasa dirinya kebal terhadap senjata tajam.
Pertengkaran tersebut kemudian berujung pada pembacokan. Korban mengalami lebih dari satu luka, salah satunya berada di bagian belakang kepala sebelah kanan.
“Setelah melakukan pembacokan, terduga pelaku disebut meninggalkan lokasi kejadian. Jarak antara rumah korban dan terduga pelaku diperkirakan sekitar 400 meter dan masih berada dalam satu kampung serta satu desa,” kata Romi.
Polisi kemudian mengamankan ERS. Jumlah pasti bacokan serta rincian luka yang dialami korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan keterangan resmi kepolisian.
Romi menyebut persoalan batas tanah menjadi latar belakang awal perselisihan. Tanah yang dipersoalkan disebut berstatus Sertifikat Hak Milik (SHM). Namun, motif pasti dan rangkaian kejadian secara utuh masih didalami polisi.
“Termasuk memastikan siapa yang pertama kali melakukan kekerasan, jumlah bacokan, serta apakah pembacokan dilakukan secara spontan akibat cekcok atau telah didahului persiapan,” jelasnya.
Kapolsek Karangjaya Polres Tasikmalaya Kota, Iptu Saptaji, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut informasi sementara yang diterima polisi memang mengarah pada persoalan batas tanah.
“Informasi yang dikembangkan di lapangan mah batas tanah. Tapi belum detail, hanya sebatas informasi saja,” ujar Saptaji
Menurut Saptaji, persoalan bermula setelah korban menjual sebidang tanah kepada seseorang. Tanah tersebut rencananya akan dibangun rumah oleh pembeli. Namun, tanah itu berbatasan dengan lahan milik Sanusi, ayah terduga pelaku.
Saat Sanusi berbincang dengan pihak pembeli, muncul persoalan mengenai batas tanah. Perselisihan kemudian berkembang menjadi cekcok dan perkelahian.
Istri Sanusi disebut kemudian memberi tahu ERS mengenai kejadian tersebut. Tak lama kemudian, ERS datang ke rumah korban dengan membawa senjata tajam.
Cekcok kembali terjadi hingga berujung perkelahian. Korban kemudian terkapar setelah terkena sabetan golok.
“Intina mah kitu. Ngagoler ditarunguan ku maranehna,” kata Saptaji.
Meski demikian, polisi masih mendalami secara utuh rangkaian kejadian tersebut, termasuk siapa yang lebih dulu melakukan kekerasan dan bagaimana korban akhirnya mengalami luka hingga meninggal dunia.
Menariknya, terduga pelaku disebut tidak melarikan diri setelah kejadian. Saat polisi datang ke lokasi, ERS masih berada di sekitar tempat kejadian dan menyerahkan senjata tajam yang diduga digunakan kepada petugas.
𝘿𝙄𝙎𝘾𝙇𝘼𝙄𝙈𝙀𝙍 : 𝙋𝙚𝙧𝙞𝙨𝙩𝙞𝙬𝙖 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙗𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙞𝙣𝙞 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙚𝙟𝙖𝙙𝙞𝙖𝙣 𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖𝙖 𝙙𝙞 𝙡𝙖𝙥𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣. 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙙𝙤𝙠𝙪𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙨𝙞 𝙜𝙖𝙢𝙗𝙖𝙧/𝙫𝙞𝙙𝙚𝙤 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙩𝙖𝙪𝙩 𝙙𝙞𝙜𝙪𝙣𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙗𝙪𝙠𝙩𝙞 𝙞𝙣𝙛𝙤𝙧𝙢𝙖𝙨𝙞 𝙟𝙪𝙧𝙣𝙖𝙡𝙞𝙨𝙩𝙞𝙠 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙞𝙪𝙥𝙖𝙮𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪𝙞 𝙥𝙧𝙤𝙨𝙚𝙨 𝙥𝙚𝙣𝙮𝙖𝙧𝙞𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙖𝙜𝙖𝙧 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙧 𝙠𝙚𝙩𝙚𝙣𝙩𝙪𝙖𝙣. 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙢𝙖𝙠𝙨𝙪𝙙 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙚𝙠𝙨𝙥𝙡𝙤𝙞𝙩𝙖𝙨𝙞 𝙩𝙧𝙖𝙜𝙚𝙙𝙞.
🎥 𝘿𝙊𝙆𝙐𝙈𝙀𝙉𝙏𝘼𝙎𝙄
1 : https://aceimg.com/upload/?f=G8HpTkWJu.mp4
2 : https://aceimg.com/upload/?f=IZwyzoSHE.jpg
